Indeks BPS : “Orang Manado” Paling Bahagia

Indeks BPS: 'Orang Manado' Paling Bahagia

Suasana di Pelabuhan Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara

Kabar gembira bagi warga Sulawesi Utara. Hasil Indeks kebahagiaan Provinsi Sulawesi Utara pada 2014 mencapai 70,79 persen. Itu menandakan bahwa hampir sebagian besar masyarakat di daerah ini bahagia.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut, Faizal Anwar, ada tiga aspek yang memiliki kontribusi paling tinggi dalam indeks kebahagiaan. Yaitu pendidikan sebesar 14,29 persen, pendapatan rumah tangga 14,17 persen, dan kondisi rumah dan aset sebesar 12,33 persen.

Faizal menuturkan, tingkat kepuasan penduduk Sulut terhadap keharmonisan keluarga adalah paling tinggi yakni 80,28 sementara pendidikan memiliki tingkat kepuasan paling rendah yaitu 63,33. Indeks kebahagiaan penduduk di perkotaan 73,38 atau relatif lebih tinggi dibandingkan di pedesaan yakni 68,68.

BPS mengukur tingkat kebahagiaan mulai 2014 dengan cakupan sampel yang dapat digunakan untuk estimasi tingkat nasional maupun provinsi.
Responden tingkat kebahagiaan 2014 di Sulut adalah kepala rumah tangga atau pasangan sebanyak 1.690 rumah tangga yang tersebar di 15 kabupaten dan kota.

Responden perempuan sebesar 53,61 persen atau lebih banyak dibanding laki-laki sebesar 46,39 persen. Selain itu, sebagian besar responden berpendidikan SMA atau sebesar 28,76 persen dan perguruan tinggi 8,64 persen.

Ada 10 aspek kehidupan yang menjadi indikator kebahagiaan yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan, pendapatan rumah tangga, keharmonisan keluarga, ketersediaan waktu luang, hubungan sosial, kondisi rumah dan aset, keadaan lingkungan dan keamanan.

“Meski demikian, kebahagiaan merupakan suatu hal yang dirasakan dan dipersepsikan secara berbeda oleh setiap orang, karena itu pengukuran kebahagiaan merupakan hal yang subyektif,” kata Faizal Anwar, Sabtu 7 Februari 2015, di Manado.

Warga Manado merespons positif hasil BPS tersebut. Yulin Anthoni, misalnya menyampaikan orang Sulut atau Manado terlihat meski hidup pas-pasan tapi sangat menikmati kehidupan mereka.

“Lihat saja di rumah-rumah makan selalu full. Dimana ada rumah makan baru pasti dijubeli pengunjung. Tak hanya hobi makan, orang Sulut itu doyan bergaya. Muncul model baru pasti langsung diikuti. Makanya, orang Sulut itu bahagia, yang penting bisa makan dan bergaya mereka menikmati hidup,” kata ibu rumah tangga ini.

Senada disampaikan Rini, mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado. Rata-rata orang Sulut kata dia, rajin bekerja dan rukun dalam keluarga. “Orang Sulut kelebihannya berbagi dengan orang lain. Hidup rukun dan saling jaga toleransi juga kuncinya kebahagian,” ujarnya.

SUMBER

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s