Tren Selebriti Filipina “Nyapres” dari Masa ke Masa

Pada kesempatan ini, saya akan membahas tentang tren selebriti Filipina yang mencalonkan diri pada Pemilihan Presiden yang digelar sekali dalam 6 tahun. Salah satunya yang sukses yaitu Joseph Estrada. Popularitas nya yang sangat tinggi membuat aktor film veteran yang kerap dipanggil “Erap” terpilih menjadi Presiden Filipina.

Pilpres 1965

Partisipasi artis dalam Pilpres Filipina pertama kali pada tahun 1965. Adalah Raul Sevilla Manglapus, seorang politisi kelahiran Manila tahun 1918. Pendiri Progressive Party Filipina ini merupakan komposer dan seniman musik ternama pada zamannya. Bahkan, ia merupakan komposer jingle kampanye mendiang Ramon Magsaysay yang populer pada era 1953.

Ia juga tergabung dalam Executive Combo Band, sebuah kelompok musik jazz yang beranggotakan dirinya dan teman-temannya. Dalam sumber Wikipedia, mereka pernah tampil di depan Paus Vatikan pada tahun 1995.

Politikus yang lahir pasca Perang Dunia-II ini menjabat sebagai Senator Filipina tahun 1987 dan Menteri Luar Negeri Filipina.

Raul mencalonkan diri pada Pilpres 1965 diusung Progressive Party. Sayangnya, harapannya kandas setelah hanya meraup 5,17% suara. Ia kalah suara dari diktator Ferdinand Marcos dengan 51,94% dan Diosdado Macapagal 42,88% suara.

Pilpres 1992

Pemilihan presiden & wakil presiden Filipina 1992 diwarnai dengan datangnya calon dari kalangan selebriti. Joseph Ejercito Estrada, aktor film ternama ini muncul sebagai kandidat wakil presiden dari NPC (Nationalist People’s Coalition).

Estrada lahir di Tondo, Manila, 19 April 1937. Ratusan film telah ia bintangi dan telah memproduseri sekitar 70 film. Film pertama beliau adalah Kandilang Bakal (1956) dan film terakhir yang ia bintangi adalah Ang Tanging Pamilya: A Marry Go Round (2009), sebuah film komedi yang ia bintangi bersama Ai-Ai delas Alas si Ratu Komedi Filipina.

Ia muncul ke dunia politik sejak tahun 1969. Erap (sapaan Estrada) merupakan walikota San Juan selama rezim kediktatoran Ferdinand Marcos, yaitu tahun 1969 hingga 1986. Setahun kemudian, Erap menjabat sebagai Senator hingga 1992.

Dengan popularitasnya yang terbilang dikenal semua kalangan, ia berhasil meraih simpati rakyat dengan meraih suara tertinggi yaitu 33,00%. Ia mendampingi Fidel Ramos (Lakas) sebagai presiden, meskipun berbeda partai.

Pilpres 1998

Pemilihan tahun 1998 seakan menjadi karir politik paling gemilang bagi Joseph Estrada. Aktor 77 tahun itu terpilih sebagai Presiden Filipina Ke-13. Erap yang diusung LAMMP menang besar 39,86%, mengungguli rival terberatnya, Jose de Venecia (Lakas) yang meraih 15,87% suara.

Namun sayangnya, karir kepresidenan Erap terhenti hingga tahun 2001. Karir beliau terhenti karena skandal korupsi yang menimpanya. Erap dilengserkan oleh rakyat dalam sebuah peristiwa revolusi people power (kekuatan rakyat) atau yang dikenal dengan Revolusi EDSA II. Pada September 2007, ia dijatuhi hukuman seumur hidup karena kasus korupsi.

Selain Erap, artis lainnya yang menjadi calon presiden ialah Manuel Morato. Morato adalah seorang pembawa acara yang dikenal sebagai host talkshow mingguan Dial-M pada stasiun pemerintah PTV. Ia maju sebagai capres dari Partido Bansang Marangal dan kalah telak dengan perolehan 0,07% suara atau 18.644 suara.

Selain mereka berdua, turut hadir Oscar Orbos atau Ka Oca sebagai calon wakil presiden. Ia dikenal sebagai host talkshow Debate with Mare at Pare, talkshow interaktif yang fenomenal dan juga menjadi salah satu program TV dengan rating pemirsa yang tinggi pada zamannya. Ia mencalonkan diri dari Partai Reporma-LM, meraih 13% suara namun masih kalah dibandingkan cawapres terpilih, Gloria Macapagal-Arroyo yang meraih 49,56%.

Pilpres 2004

Selebriti kembali memeriahkan persaingan politik di Filipina. Adalah Fernando Poe, Jr. (FPJ) yang menjadi calon presiden dari KNP. FPJ adalah seorang aktor ternama kelahiran 1939. Peraih 4 kali penghargaan aktor terbaik dari FAMAS itu adalah aktor seangkatan dengan Joseph Estrada.

FPJ bersaing ketat dengan wakil presiden Gloria Macapagal-Arroyo. Namun pada akhirnya, FPJ kalah tipis atas Arroyo dengan perbandingan perolehan suara 39,99% dan 36,51%. Beberapa bulan pasca kekalahan tersebut, FPJ tutup usia pada usia 65 tahun.

Selain FPJ, muncul seorang aktris film Leron Legarda menjadi calon wakil presiden dari KNP. Jurnalis sekaligus pemerhati lingkungan ini merupakan politikus yang terpilih sebagai Pemimpin Mayoritas pada Senat Filipina (2001-2004). Sama nasib dengan FPJ, Legarda juga kalah tipis 46,9% atas rivalnya Noil de Castro.

Pilpres 2010

Usai dari keterpurukan karir akibat korupsi, Joseph Estrada seakan tak hilang asa dan kembali tampil dalam nominasi calon presiden. Erap menjadi calon presiden lewat PMP namun harus menelan pil pahit karena dikalahkan oleh calon terkuat dari Liberal, Benigno “Noynoy” Aquino III yang meraih 42,08%. Sementara Estrada hanya meraih 26,25%.

Kalah di tahun 2004, Loren Legarda kembali mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden. Senator Filipina sejak 2007 itu diusung oleh NPC dan kembali mengalami kekalahan setelah hanya meraup 12,21% suara. Ia dikalahkan oleh Jejomar Binay dari 41,65%.

Selain Legarda, satu nama baru di kontestasi Pilpres-Pilwapres pun muncul dari kalangan selebriti. Ialah Edu Manzano, seorang aktor dan komedian Filipina kelahiran San Fransisco (AS). Ia sempat menjadi seorang tentara militer U.S. Air Force pada 1973-1977.

Pengalaman sebagai Wakil Walikota Makati City 1998-2001 menjadi bekal Edu dalam pertarungan ini. Ia pun bernasib sama seperti Legarda, harus mengalami kekalahan dengan perolehan 2,3% suara.

Pilpres 2016

Pemilihan masih lama, sekitar 2 tahun lagi. Namun sejumlah nama mencuat, termasuk aktor dan presenter Ramon “Bong” Revilla, Jr. Bong saat ini menjabat sebagai Senator FIlipina. Karir aktor dan produser film berusia 47 tahun itu mumpuni. Selama tiga tahun, mulai 1998 hingga 2001, ia menjabat sebagai Gubernur Cavite. Dan tiga tahun sebelumnya (1995) juga menjabat sebagai wakil gubernur Cavite. Ia berpotensial menjadi calon presiden dari Lakas-CMD.

Nama seorang Joseph Estrada seakan tak kehilangan sinar. Ia kembali digadang-gadang maju kembali pada 2016. Saat ini, ia menjabat sebagai walikota Manila. Namun, ia mengisyaratkan tidak maju kembali dan menjadikan jabatan walikota sebagai akhir karirnya.

Di pemilihan wakil presiden, sempat mencuat nama aktris Kris Aquino yang juga adik dari presiden petahana Noynoy Aquino. Namun ia mengatakan bahwa ia tidak pernah membicarakan hal tersebut dan mengatakan waktu ini (2016) bukan waktu yang tepat.

Petinju dunia Manny Pacquiao juga muncul dalam nominasi cawapres Filipina 2016. Dalam wawancara di GMA, politisi UNA yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan di Saranggani ini mengatakan kemauannya untuk maju. Namun, pada tahun 2016, usianya baru menginjak 37 tahun, atau kurang 3 tahun dari syarat yang ditentukan.

Selain itu, nama aktris senior Vilma Santos juga masuk nominasi cawapres Filipina 2016. Ia saat ini menjabat sebagai Gubernur Batangas. Aktris berjuluk Grand Slam Queen itu diisyaratkan maju pada 2016, setelah kedatangan wakil presiden petahana Jejomar Binay ke Batangas, dalam rangka mengajak Vilma sebagai pasangan kandidatnya. Namun, suami Vilma, Senator Ralph Recto mengatakan bahwa Vilma tidak ingin naik tingkat dalam karirnya, dan berniat akan mengakhiri karir politiknya pasca akhir masa jabatan sebagai gubernur.

Keikutsertaan artis dalam kontestasi politik tertinggi seakan menjadi tradisi dalam dunia politik Filipina. Sejak pilpres 1992 hingga tahun 2016, nama selebriti seakan tak hilang dan selalu ada satu nama yang ikut berpartisipasi menjadi calon presiden maupun wakil presiden.

Apakah di Indonesia pula akan terjadi tradisi seperti ini? Di tahun 2004, mencuat nama aktor senior Anwar Fuadi yang berniat maju sebagai calon presiden dari konvensi Partai Golkar, namun gagal.

Di tahun 2009 juga nama seniman teater Ratna Sarumpaet yang ingin maju sebagai calon presiden. Namun, tiada partai politik yang mendukungnya. Di tahun yang sama, juga aktor kawakan Deddy Mizwar yang maju sebagai capres berpasangan dengan Mayjen (Purn) Saurip Kadi.

Dan di tahun 2014, sempat muncul nama Raja Dangdut Indonesia, H. Rhoma Irama sebagai bakal calon presiden dari PKB. Apakah pada tahun 2019, nama selebriti tanah air kembali muncul dalam kontestasi? Kita lihat saja.

SUMBER : Wikipedia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s