Penglipuran, Desa Paling Eksis di Televisi

This slideshow requires JavaScript.

Suka menonton TV dan mengikuti serial FTV? Anda pasti tahu tempat ini. Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, sering jadi tempat syuting serial TV ini. Memang, Penglipuran adalah desa yang sangat cantik!

Bersih, tanpa kendaraan, dan luar biasa indah. Tiga kata itu mungkin bisa mewakili keberadaan Desa Penglipuran, yang terletak di Kabupaten Bangli. Ini adalah salah satu desa tercantik, tak hanya di Bali tapi juga di Indonesia.

Betapa tidak, rumah-rumah setipe berderet di jalanan menanjak. Suasana hijau sangat terasa, mobil dan motor tak boleh masuk ke dalam desa. Semua kendaraan memang diparkir dekat gapura, sehingga Penglipuran bebas dari asap knalpot.

Berada di ketinggian 700 mdpl, Penglipuran termasuk desa yang sejuk. Kata ‘Penglipuran’ berasal dari ‘Pengeling Pura’ yang artinya ‘tempat suci untuk mengenang para leluhur’.

Tak heran, desa ini memang begitu suci dan indah. Jalanannya terbuat dari batu alam, bunga warna-warni tumbuh di banyak tempat. Ada bugenvil, kembang sepatu, mawar, hingga kamboja. Sangat memanjakan mata.

Tiap rumah punya pintu masuk yang serupa, namanya ‘angko-angko’ yang terbuat dari tanah liat. Di pinggir angko-angko terdapat papan berisi informasi nama pemilik rumah dan anggota keluarga. Angko-angko sengaja dibuat tak terlalu lebar, agar sepeda motor tak bisa masuk ke dalamnya.

Ada sekitar 200 rumah tradisional di Penglipuran. Asyiknya, turis bisa langsung masuk ke dalamnya. Selain punya angko-angko, tiap rumah di desa ini juga punya bale-bale dan pura mini.

Tak perlu kuatir, warga Desa Penglipuran sangat ramah dan kooperatif. Mereka sudah biasa bertemu wisatawan, sehingga akan menyambut dengan tangan terbuka. Beberapa warga menawarkan minuman khas bernama ‘yolo cemcem’, rasanya asam segar dengan potongan kelapa muda di dalamnya.

Desa ini sangat fotogenik, banyak hal yang bisa difoto di sana. Penglipuran juga pernah menyandang penghargaan Kalpataru, tak heran banyak serial televisi syuting di desa ini.

Di bagian atas desa terdapat pura yang jadi tempat sembahyang utama warga Penglipuran. Tapi jangan lupa meminta izin kalau Anda memotret warga setempat, dan jangan memotret dari depan jika ia sedang bersembahyang dalam pura.

SUMBER

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s