Jangan Lakukan Ini Saat Interview Kerja

Ilustrasi: Surviving College

Hal kecil dapat membuat perbedaan besar. Misalnya, kesalahan ketik dalam surat lamaran dan CV bisa membuat berkas lamaran kerja Anda masuk tong sampah.

Begitu juga saat Anda menghadapi sesi wawancara. Terkadang, Anda akan gagal hanya karena sebuah kesalahan kecil. Apa saja?

Berpakaian tidak pantas

Pastikan Anda mengenakan busana profesional. Jangan mengenakan gaun tanpa lengan hanya karena Anda terlihat cantik memakainya.

Pikirkan juga tentang aksesoris. Lebih baik Anda melepas semua piercing yang melekat di tubuh. Begitu juga dengan tato, sebaiknya Anda sembunyikan dahulu dengan baju atau make up. Memang sih, beberapa pekerjaan, khususnya di bidang kreatif, tidak mempermasalahkan hal tersebut. Tetapi, supaya aman, lebih baik disembunyikan saja. Demikian dilansir Her Campus, Sabtu (22/3/2014).

Terlihat gugup

Sebenarnya ini adalah perasaan yang wajar. Tetapi, pastikan Anda tidak memperlihatkan kegugupan secara berlebihan.

Jika Anda memiliki kebiasaan kecil ketika gugup, seperti menggigiti bibir atau kuku, berlatihlah untuk menghilangkannya atau minimal meredamnya. Tindakan-tindakan itu hanya akan membuat Anda terlihat tidak percaya diri.

Anda bisa berlatih melalui sesi wawancara bayangan dengan teman atau saudara di rumah. Dengan begitu, Anda tidak akan merasa terlalu gugup menghadapi interviewer karena sudah tahu apa yang akan Anda sampaikan.

Memeriksa jam atau ponsel

Meskipun Anda terburu-buru karena ada janji dengan orang lain, hindari keinginan mengintip jam tangan saat wawancara kerja. Hal itu bisa mengindikasikan Anda tidak sabaran dan tidak terlalu berminat dengan pekerjaan yang Anda lamar.

Bagi perusahaan, kandidat yang mengecek jam atau ponselnya bisa dilihat sebagai pribadi yang tidak fokus. Mereka mungkin menganggap Anda tidak serius melamar pekerjaan di perusahaan tersebut.

Karena itu, sebelum masuk ruang wawancara, matikan ponsel Anda. Anda juga bisa mengganti jam tangan dengan gelang. Jangan juga mencari-cari jam dinding. Selain itu, semakin lama Anda menghabiskan waktu dengan pewawancara, semakin besar kemungkinan mereka mengenal Anda.

Berbicara secara tidak profesional

Anda mungkin ingin merasa nyaman di sekitar pewawancara, tetapi ingatlah untuk menjaga profesionalitas. Sebisa mungkin, hindari juga bergumam seperti “um” dan “eee”. Kebiasaan ini mungkin menunjukkan ketidakmampuan Anda dalam berkomunikasi dengan baik.

Kuncinya, bicara saja seperti normalnya Anda berbicara. Jangan terlalu membatasi diri Anda sehingga terkesan seperti robot. Tetapi, jangan juga terlalu banyak bercanda karena akan mengesankan Anda tidak profesional.

Bahasa tubuh

Komunikasi nonverbal bisa jadi lebih penting ketimbang komunikasi verbal. Begitu juga dalam sesi interview kerja.

Gunakan bahasa tubuh untuk menunjukkan bahwa Anda percaya diri, fokus dan terlibat dalam percakapan. Pertahankan kontak mata dan jangan gelisah. Bersikap normal saja, jangan terlalu kaku, dan jangan juga tidak bisa diam.

SUMBER

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s