Kisah di Balik 6 Nama Unik `Sang Pahlawan Afsel` Nelson Mandela

https://i2.wp.com/i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/02466/nelson-mandela-wav_2466647c.jpg

Nelson Mandela (telegraph.co.uk)

PRETORIA, AFRIKA SELATAN – Nelson Mandela kini sedang kondisi kritis di rumah sakit. Di usianya yang sepuh, 94 tahun, mantan Presiden Afrika Selatan tersebut sudah berkali-kali menjalani perawatan akibat kondisi kesehatannya yang menurun, namun baru sekarang sahabat dan klannya berkata, “Ini saatnya merelakan kepergian Madiba….”

Ada banyak kisah perjuangan Mandela. Ia menjadi figur inspiratif Afrika Selatan, bahkan dunia, karena bertahan dipenjara selama 27 tahun karena melawan apartheid, segregasi rasial di negaranya. Dan tak mendendam saat kekuasaan ada di tangannya.

Seperti dimuat CNN, 24 Juni 2013, dunia mengenalnya sebagai Mandela. Namun, pria yang diyakini menjadi pendiri demokrasi di Afsel itu dikenal dengan banyak nama di Tanah Air-nya. Beberapa nama muncul dari masa kecil, lainnya merefleksikan rasa hormat atas kepahlawanannya melawan apartheid dan sebagai presiden kulit hitam di negerinya.

Berikut 6 nama Nelson Mandela:

1. Rolihlahla

Saat lahir di dunia, ia diberi nama Rolihlahla Mandela oleh ayahnya, Nkosi Mphakanyiswa Gadla Henry. Demikian menurut data Nelson Mandela Foundation.

Dalam salah satu bahasa resmi Afsel, Xhosa, “Rolihlahla” berarti “menarik cabang pohon”. Atau secara awam bisa diartikan sebagai “pembuat onar”.

2. Nelson

Nama “Nelson” muncul kali pertama saat Mandela muda belajar di sekolah dasar. Menurut Nelson Mandela Foundation, nama itu diberikan oleh gurunya, Nona Mdingane, di hari pertama sekolah di Desa Qunu. Tak jelas, mengapa Bu Guru itu memilih nama tersebut.

Kala itu, saat Mandela SD, adalah di awal tahun 1920-an, adalah jamak dilakukan untuk memberi anak Afrika nama Inggris agar lebih mudah dilafalkan negara di koloni itu.

3. Madiba

Di Afsel, Mandela seringkali dipanggil dengan nama “Madiba”, nama klan Thembu yang ia milik. Madiba adalah nama seorang kepala adat Thembu, yang pada abad ke-19, memerintah wilayah yang disebut Transkei di bagian tenggara negara itu.

Memanggil Mandela sebagai Madiba adalah tanda sayang dan hormat, demikian menurut Nelson Mandela Foundation.

4. Tata

Dianggap sebagai Bapak Demokrasi Afsel, Mandela juga disebut dengan nama sederhana “Tata” — Bahasa Xhosa untuk “ayah”.

5. Khulu

Bahasa Xhosa juga menawarkan sebutan tanda sayang lain untuk Mandela. Yakni “Khulu”, penyebutan singkat dari “uBawomkhulu,” yang berarti “kakek.” Kata ini juga berarti “besar, penting, agung,” demikian menurut Nelson Mandela Foundation.

6. Dalibhunga

Pada usia 16 tahun, Mandela, seperti halnya anak laki-laki Xhosa yang lain, mengikuti upacara adat peralihan menuju kedewasaan. Saat itulah ia diberi nama Dalibhunga yang berarti “pencipta atau pendiri dewan” atau “pencetus dialog”.

Menurut Yayasan Nelson Mandela, saat menggunakan nama itu untuk menyapa Mandela, penggunaan yang benar adalah “Aaah! Dalibhunga.”

SUMBER

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s