Kesultanan Sulu Tangkap 4 Polisi Diraja Malaysia

Sultan Jamalul Kiram III, pemimpin Kesultanan Sulu

Sultan Jamalul Kiram III, pemimpin Kesultanan Sulu

SABAH, MALAYSIA – Tentara Kesultanan Sulu pada Minggu kemarin mengumumkan kepada media bahwa mereka berhasil menangkap empat polisi Malaysia. Sultan Sulu, Jamalul Kiram III, menginformasikan hal tersebut kepada reporter stasiun radio yang berlokasi di Kota Taguig, Filipina.

Padahal beberapa jam sebelumnya, tentara Malaysia juga mengumumkan bahwa mereka telah menawan tiga tentara Sulu menyusul peperangan yang kembali terjadi pada Sabtu malam. Baku tembak tersebut menewaskan lima polisi Malaysia serta dua tentara Sulu.
Namun, Jamalul mengatakan tidak memerintahkan melakukan penyerangan kepada pihak keamanan dan meminta kepada para pengikutnya untuk menghormati hak-hak polisi Malaysia yang saat ini ditawan.
Mengetahui hal ini, pihak Malaysia tidak tinggal diam. Dilansir laman The Malaysia Insider, Minggu 3 Maret 2013, mereka telah mengeluarkan perintah untuk menambah jumlah pasukan keamanan setelah terjadi baku tembak di Lahat Datu, Kunak dan Semporna.
Inspektur Jenderal Polisi Malaysia, Tan Sri Ismail Omar, mengatakan pihak kepolisian saat ini tengah bekerja sama dengan pihak militer untuk menangkap 10 tersangka tentara Sulu yang berhasil lolos di Kampung Tanduo, dekat Lahat Datu.
Diperkirakan masih ada sekitar 100 hingga 200 tentara bersenjata Sulu yang masih berada di Sabah. Mereka bertekad tidak akan menyerahkan lahan yang disengketakan walaupun Pemerintah Filipina telah berkali-kali meminta mereka untuk menyerah.
Ismail Omar juga meminta penduduk yang tinggal di sekitar Lahat Datu, Kunak, dan Semporna untuk tidak panik dan tidak mendengarkan rumor yang beredar.
“Jika terjadi sesuatu lebih baik mereka menghubungi kantor polisi terdekat atau mengecek informasi di situs kepolisian Sabah,” ujarnya seperti dikutip The Malaysia Insider.
Dalam insiden baku tembak yang terjadi sejak Jumat lalu ini, tercatat tujuh tentara polisi Malaysia tewas. Lima tentara tewas dalam baku tembak yang terjadi pada Sabtu malam di Kampung Seri Jaya, Samporna. Sementara sisanya meninggal akibat peperangan yang terjadi pada Jumat pagi. Bahkan seorang warga sipil Malaysia yang menyediakan tempat berlindung bagi tentara Sulu, juga tewas akibat baku tembak di Lahat Datu.
Konflik ini bermula ketika pada 9 Februari lalu Kesultanan Sulu menerobos daerah Sabah dan mengklaim daerah tersebut sebagai teritori mereka. Jalur negosiasi yang diupayakan kedua belah pihak pun menemui jalan buntu. Alhasil pihak Malaysia menyatakan tidak akan segan-segan untuk mengangkat senjata demi mengusir tentara Sulu keluar dari Sabah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s