Ups! Ini Dia 5 Kunker DPR yang Tepergok Wisata

Studi banding, kunjungan kerja, study tour atau apapun namanya jika dilakukan anggota DPR ke luar negeri pasti mendapat sorotan publik. Apalagi jika kunker yang dilakukan tersebut diselingi dengan kegiatan wisata, entah wisata belanja atau sekadar jalan-jalan.

Untuk meredam emosi publik, usulan moratorium kunker dimunculkan. Namun sebagian kalangan khawatir usulan ini hanya reaktif belaka, sehingga tidak akan menyentuh substansi masalah. Namun ada anggota DPR yang menyebut wisata tidak masalah sepanjang pekerjaan beres.

Berikut ini kunker anggota DPR yang diketahui terdapat selingan aktivitas wisata di dalamnya:

1. Kunker DPR ke Belanda

Pada 28 Juli 2005, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda memergoki anggota DPR dari Badan Legislatif jalan-jalan dan belanja barang mewah. Wakil rakyat pun terpotret sedang menenteng barang belanjaan merek Bally dan Gucci.

“Mereka tidak ada agenda di Belanda dan saat itu kami memang ingin menemui mereka untuk audiensi. Mereka 2 malam di Amsterdam,” ujar mantan Ketua PPI Amsterdam 2004- 2005, Berly Martawardaya, kepada detikcom.

Anggota DPR tidak mempunyai agenda resmi ke Amsterdam, karena pada saat itu Parlemen Belanda yang berkedudukan di Den Haag juga sedang masa reses.

Foto-foto hasil bisikan PPI Belanda yang sedang wisata belanja pun diunggah lewat internet.

Menurut Sekjen PPI Belanda 2007-2009, Yohanes Widodo, dalam catatannya di majalan online PPI Belanda, Jong Indonesia, Nomor 1/ September 2010, pada 14-19 September 2010), diam-diam 17 anggota Panja RUU Hortikultura dari Komisi IV DPR mengunjungi Belanda untuk studi banding. Salah satu tempat yang dikunjungi adalah Universitas Wageningen di Belanda.

“Sayangnya, PPI Belanda dan 60-an orang mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Universitas Wageningen tidak tahu bahwa anggota DPR mengunjungi kampus mereka. Sehingga kunjungan wakil rakyat itu lepas dari pantauan mereka,” terang Yohanes.

2. Kunker DPR ke Prancis

Ketua PPI Perancis Mahmud Syaltout menuturkan sebelum mendatangi Amsterdam pada 2005, anggota DPR sebenarnya hendak studi banding ke Prancis. Tidak jelas dalam urusan apa kunjungan itu. Namun, kedatangan anggota DPR itu telah jauh-jauh hari ditolak oleh PPI Perancis.

Ketua PPI saat itu (alm) Rudianto Ekawan, memerintahkan semua mahasiswa untuk datang ke KBRI Prancis dan melakukan aksi walk out serta membacakan surat protes atas kedatangan anggota DPR. Aksi ini diharapkan menjadi tamparan keras bagi wakil rakyat yang datang tanpa persiapan ke Prancis.

Anggota DPR tidak bisa memberikan penjelasan logis soal kedatangan mereka. Salah seorang juru bicara DPR menyatakan tujuan mereka untuk bertemu dengan mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang pintar. Mereka juga memuji mahasiswa di luar negeri sebagai pemimpin bangsa dan juga merupakan konstituen mereka.

“Sebelum pidato selesai, teman saya, Rudianto AB interupsi dan membacakan surat protes dari PPI Prancis. Kemudian kita walk out. KBRI pun geger dan semua marah sama kita,” cerita Mahmud.

Gara-gara kejadian itu semua jadwal kunjungan DPR di Belanda dan Belgia ikut dibatalkan. Akhirnya PPI Belanda memergoki para wakil rakyat itu asyik berbelanja.

Mahmud kembali menjadi guide untuk anggota DPR yang melakukan studi banding mengenai masalah anggaran ke Prancis pada 2006. Sebenarnya, kedatangan anggota DPR bukan ke Prancis, tetapi hendak menonton pertandingan final Piala Dunia di Jerman antara Italia melawan Prancis. Karena datang lebih awal, mereka menyempatkan diri melancong ke negeri mode tersebut.

Rombongan ternyata tidak hanya terdiri dari anggota DPR, tapi juga banyak terdapat anggota DPRD dari DKI Jakarta. Selama berada di Prancis, para wakil rakyat itu berbelanja merek mahal semisal Louis Vitton, Pierre Cardin, dan membeli jam tangan mahal.

KBRI Perancis yang dipimpin oleh (alm) Arizal Effendi juga menolak memfasilitasi anggota DPR. Para anggota Dewan dianggap sebagai rombongan liar.

Saat itu, salah seorang anggota DPR sempat meminta untuk dicarikan gadis panggilan di Prancis. Mahmud menjelaskan, di Perancis tidak ada pusat lokalisasi seperti Red Light di Belanda. Si anggota DPR kemudian meminta ditunjukkan pusat tarian striptis di Perancis. Mahmud pun menyarankan agar mereka pergi sendiri ke Moulin Rouge.

Saat akan kembali ke Jerman, ketua rombongan DPR itu nyeletuk ada yang kurang saat di Perancis. “Apa yang kurang, belum beli Hermes ya atau barang apalagi yang tidak ada?” kata salah seorang anggota rombongan menanggapi celetukan ketuanya. “Bukan, kita belum sempat foto-foto di Menara Eiffel,” jawab si ketua santai.

Pada 2007, anggota DPR mendapat makian Guru Besar Ilmu Tata Negara Universitas Sorbon Perancis Prof Edmond Jouve. Saat itu, beberapa anggota DPR ke Perancis untuk melakukan studi banding tentang Kementerian Negara dan Dewan Penasihat.

Mahmud yang mahasiswa Ilmu Tata Negara pun meminta Jouve untuk menjelaskan sistem tata negara di Prancis dan Indonesia. Dalam pertemuan di KBRI Prancis itu, Jouve menjelaskan sistem tata negara Perancis dan Indonesia sangat berbeda.

Mendengar paparan itu, seorang anggota Dewan nyeletuk mereka salah mendatangi Prancis untuk studi banding. Anggota Dewan lainnya pun terbahak-bahak mendengar celetukan itu.

Melihat hadirin tertawa, Jouve bertanya. Penerjemah menjelaskan celetukan sang anggota Dewan. Mendapat penjelasan itu Jouve marah. “Kalian semua goblok,” maki Jouve dalam bahasa Prancis.

Sang profesor lantas mengingatkan Indonesia bukanlah negara kaya dan masih berada di dalam kategori negara berkembang. Karena itu kenapa malah menghamburkan uang jika tidak ada hasilnya.

3. Kunker DPR ke Spanyol

Pada Mei 2011 lalu, Komisi X DPR yang membidangi olahraga menggelar studi banding ke Spanyol. Mereka memanfaatkan kesempatan itu untuk mengunjungi klub sepakbola raksasa, Real Madrid dan Barcelona. Rombongan wakil rakyat itu pun beramai-ramai melihat stadion megah milik 2 klub tersebut.

“Tim-tim di Spanyol juga kuat, makanya kita ke Barcelona dan Real Madrid yang kota wisata terbesar di sana. Kita ke Stadion Santiago Bernabeu milik Real Madrid dan Stadion Camp Nou milik Barcelona,” kata Wakil Ketua Komisi X Rully Chaerul Azwar saat dikonfirmasi, Kamis (5/5/2011).

Menurut Rully, Komisi X juga belajar bagaimana cara Spanyol bisa menarik minat wisatawan. “Karena ada wisatawan 70 juta setiap tahun, itu lebih banyak dari warga Spanyol yang hanya berjumlah 40 juta. Sangat menarik,” terangnya.

Komisi X berharap klub-klub sepakbola di Indonesia juga pandai memanfaatkan stadion sebagai objek wisata. Jika stadion dikelola sebagai tempat pariwisata maka dapat mendorong peningkatkan mutu olahraga dan pariwisata nasional.

Sedianya rombongan studi banding DPR dijadwalkan bakal bertemu pengelola stadion. Namun dengan alasan fokus mempersiapkan pertandingan, pertemuan itu pun batal.

Kunjungan anggota Dewan ke stadion Real Madrid, Santiago Bernabeu, tersebut sempat diabadikan oleh seorang warga negara Indonesia yang berada di Madrid. Hasil jepretan WNI menunjukkan para anggota Dewan yang sedang asyik berfoto di luar stadion.

4. Kunker DPR ke Jerman

Pada 22-25 April 2012 lalu, Komisi I DPR menggelar kunker ke Jerman. Selama di Negeri Panser, Komisi I DPR melakukan enam kunjungan kerja. Kegiatan dilakukan dalam rangka melakukan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah dan APBN di perwakilan RI Jerman.

Namun Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Jerman menemukan ‘fakta’ bahwa anggota DPR menyempatkan diri melakukan wisata belanja. Sebab dari sekian banyak aktivitas, ternyata mereka juga sempat mampir ke toko-toko mewah.

Salah seorang pengurus PPI Berlin, Yoga Kartiko, menyebut ada anggota PPI lainnya yang melihat wakil rakyat sedang belanja. Bahkan saat pergi ke tempat belanja, anggota DPR ini menggunakan mobil KBRI .

Toko yang didatangi oleh anggota DPR tersebut adalah KaDeWe Berlin dan galeri Lafayette. Barang-barang yang dijual di toko tersebut dikenal cukup berkelas dan mahal. Sebagai barang bukti, wisata belanja anggota DPR ini pun diabadikan lewat foto oleh PPI Berlin.

Tak hanya itu, menurut Yoga Kartiko, para anggota DPR ada yang membawa keluarga. Selain itu, mereka juga menginap di di hotel Intercontinental di Berlin yang merupakan hotel bintang lima.

Wakil Ketua Komisi I DPR Hayono Isman mengklaim kunker di Jerman berjalan dengan baik. Dia mengakui turut membawa serta sang istri dan sempat mengunjungi adik iparnya di Stuttgart.

“Di Stuttgard saya juga sempat mengunjungi adik ipar saya yang menikah di Jerman. Istri saya memang ikut ke Jerman. Tapi tidak menganggu tugas saya sebagai DPR,” kata Hayono.

5. Kunker DPR ke Denmark

Inilah kunker terbaru DPR yang mendapat sorotan publik: kunker ke Denmark. pembaca detikcom memergoki anggota Baleg DPR yang melawat ke Denmark untuk studi banding RUU PMI. Dalam foto yang diabadikan pembaca detikcom, terlihat anggota DPR sedang bersantai menyusuri Sungai Copenhagen (Copenhagen Channel), Denmark.

Sang pembaca detikcom yang tidak mau disebutkan namanya itu memergoki para anggota dewan itu di kawasan Nyhavn, Copenhagen pada pukul 14.30 waktu setempat, Kamis (6/9/2012). Dia mengabadikan momen saat para anggota dewan berada di atas kapal wisata yang sedang menepi di jalan kecil di kawasan itu.

Foto pertama memperlihatkan para anggota DPR yang sebagian di antaranya kaum perempuan sedang duduk-duduk di atas kapal yang bersandar di pinggir sungai. Juga tampak seorang anggota DPR berbatik biru berjalan di atas kapal mencari tempat duduk.

Sedangkan foto kedua memperlihatkan para anggota DPR yang tampak bercengkerama santai di atas kapal berkursi warna biru itu sambil menikmati indahnya sungai Copenhagen. Beberapa diantara mereka tampak mengenakan kacamata hitam untuk menghindari terik matahari. Di atas kapal itu juga terlihat para wisatawan lain yang bukan warga negara Indonesia.

Ketua Baleg DPR Ignatius Mulyono yang juga berangkat ke Denmark tidak membantah tentang hal ini. Ignatius menduga teman-temannya sedang berada di daerah teluk. Namun, Ignatius tidak ikut acara santai ini.

Menanggapi beredarnya foto tersebut, Badan Kehormatan (BK) DPR akan memanggil anggota Dewan yang ikut dalam kegiatan tersebut. BK akan meminta penjelasan atas foto yang termuat di media massa.

“Segera saya bicarakan dalam rapat BK. Menurut saya, naik perahu wisata ini bisa menimbulkan kesan tidak baik meski kunjungan kerjanya sudah selesai,” kata Ketua BK DPR M Prakosa saat dihubungi detikcom, Jumat (7/9/2012).

sumber

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s