Jejak Makam Raja Richard III Ditemukan di Lapangan Parkir

 

Pencarian makam Raja Richard III yang dilakukan sejak lama di Leicester, Inggris, memunculkan petunjuk-petunjuk keberadaan sebuah gereja, tempat raja yang mati karena dibunuh itu dimakamkan.

Arkeolog Universitas Leicester hari Jumat (31/8/2012) mengumumkan bahwa penggalian di lapangan parkir dewan kota berujung pada penemuan dekorasi jendela abad pertengahan, fragmen ubin yang mengilap, dan genteng abad pertengahan. Benda-benda yang berkualitas tinggi itu menjadi indikasi tim telah menggali sisa-sisa Gereja Greyfriars, tempat Richard III dimakamkan.

“Kami telah menemukan Greyfriars dan menyibak petunjuk-petunjuk di mana gereja itu berdiri,” kata Richard Buckley, salah satu pimpinan tim arkeologi Universitas Leicester.

Richard III menjadi Raja Inggris tahun 1483-1485. Dia meninggal dalam Pertempuran Bosworth Field selama Perang Mawar (War of the Roses), suatu perang saudara antara House of Lancaster dan House of York. Richard III adalah raja Inggris terakhir yang tewas dalam pertempuran. Shakespeare menulis lakon “Richard III”, sebuah drama tentang kehidupan tragis sang raja, sekitar 100 tahun kemudian.

Setelah kematiannya, raja dilucuti dan dibawa ke Leicester, di mana ia dimakamkan di Gereja Biara Fransiskan, yang dikenal sebagai Greyfriars. Lokasi Greyfriars akhirnya hilang dari sejarah.

“Ketertarikan yang terus tumbuh terhadap Richard membuat banyak dongeng berkembang di sekitar makamnya,” ujar Philippa Langley, anggota Yayasan Richard III, termasuk adanya cerita yang menyebutkan tulang Richard dibuang ke Sungai Soar. “Cerita lain yang juga diragukan kebenarannya adalah klaim bahwa peti matinya digunakan sebagai palung kuda.”

Para arkeolog di Universitas Leicester menduga Richard III dimakamkan di Gereja Greyfriars yang lokasinya saat ini menjadi lapangan parkir. Tim gabungan dari Universitas Leicester, Dewan Kota Leicester, dan Yayasan Richard III mencari makam Richard III sejak 25 Agustus lalu di suatu titik di bawah lahan parkir dewan kota. Tim akan menggunakan radar bawah tanah untuk mencari titik penggalian yang tepat.

Pada minggu pertama pencarian, tim menggali dua parit sepanjang 30 meter dan menemukan apa yang mereka yakini sebagai salah satu lorong Greyfriars dan bagian dinding gereja. Mereka selanjutnya berencana menggali parit yang akan bersinggungan dengan gereja itu sendiri.

Usaha untuk menemukan jasad Richard diakui bukan hal gampang, mengingat penyebutan lokasi Greyfriars sebagai makamnya bukanlah sesuatu yang pasti. Namun, jika ditemukan, jenazah Richard akan dimakamkan kembali secara pantas di Katedral Leicester.

“Pekerjaan arkeologi sejauh ini telah mengungkap banyak tentang area ini daripada apa yang kita ketahui,” kata Buckley. “Nantinya, apa pun yang kita temukan, apakah menemukan jenazah Richard atau tidak, pekerjaan ini tetap penting untuk membantu kita menceritakan kisah tentang Leicester.”

Sumber :
LiveScience

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s