Balaesang Rusuh, Lima Warga Kena Tembak

BALAESANG, DONGGALA (SULTENG) – Lima warga di Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, terluka tembak yang dilakukan aparat kepolisian setempat. Peristiwa itu terjadi saat warga menolak rencana eksplorasi tambang.

“Sekarang kami masih berhadapan dengan polisi. Polisi memaksa kami mundur dengan menembak kami. Tolong kami dibantu Pak,” kata Saeni, warga Balaesang Tanjung saat dihubungi dari Palu, Sulteng, Rabu (18/7).

Satu dari lima korban luka tembak kini dalam kondisi kritis, sehingga dilarikan ke rumah sakit. “Namanya Sandra. Dia tertembak di bagian rusuk kiri. Sekarang dilarikan ke rumah sakit karena kritis,” kata warga Balaesang Tanjung yang dihubungi dari Palu.

Empat korban lainnya adalah aksan, tertembak di punggung kanan. Aidin tertembak dibetis kiri. Culi di bagian paha dan Iting belum diketahui lukanya.

Saeni mengatakan, kerusuhan tersebut terjadi di Desa Kamonji, sekitar 100 kilometer arah utara Kota Palu. Dia mengatakan, ratusan masyarakat yang konsentrasi di Desa Kamonji menolak rencana eksploitasi tambang bijih emas di daerah itu dipukul mundur aparat kepolisian dari Polres Donggala.

Sehari sebelumnya, masyarakat dari sejumlah desa meluapkan amarahnya dengan membakar kamp perusahaan beserta dua unit alat berat yang ada di lokasi. Masyarakat juga merusak sejumlah rumah warga lainnya karena dianggap mendukung rencana eksplorasi bijih emas.

Satu di antara rumah tersebut adalah milik anggota DPRD Donggala, Goesetra Muthaher. Ia dituding berada di balik rencana perusahaan untuk mengolah lahan perkebunan warga menjadi daerah pertambangan.

Belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian setempat, tetapi berbagai pihak yang dihubungi terpisah membenarkan telah terjadi gejolak di Balaesang Tanjung.

“Saya sudah dapat laporan ada aksi pembakaran kamp karena masyarakat menolak rencana perusahaan beraktivitas di sana,” kata anggota DPRD Donggala Aswan Daali di Palu.

Dia juga membenarkan aksi penembakan yang dilakukan aparat kepolisian, namun Aswan belum mendapat data detail tentang sejumlah korban.

“Iya. Katanya satu orang tumbang,” kata Aswan.

Nurdin, salah seorang anggota Forum Masyarakat Anti Tambang Balaesang Tanjung, juga membenarkan adanya tindakan anarkis dari aparat kepolisian dalam menangani tuntutan masyarakat di wilayahnya.

“Satu orang itu parah. Yang lain luka-luka karena ditembak. Kami sangat kecewa dengan aparat yang menindak rakyat dengan senjata,” kata Nurdin

sumber : MetroTvNews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s