Kusamba, Kampung Pembuat Garam Tradisional di Bali

Tidak ada yang tak menarik dari Bali. Kampung Kusamba di Klungkung, Bali, satu lagi rekomendasi akhir pekan Anda. Selain panorama pantainya yang cantik, di sini wisatawan juga bisa melihat dan belajar membuat garam.

Jangan cuma Kuta, Dreamland, dan Tanah Lot yang menjadi destinasi akhir pekan Anda di Bali. Cobalah Anda melihat kawasan lain yang tak kalah seru seperti Kampung Kusamba.

Jejeran perahu nelayan dengan pantainya yang sepi dan tenang, jadi kelebihan daerah ini. Walaupun begitu, pelancong tetap bisa menemukan kesenangan dan sesuatu yang berbeda di Kusamba.

Melihat buku panduan “Pariwisata Nusantara”, Jumat (8/6/2012), di Kusamba wisatawan bisa melihat deretan perahu penangkap ikan berbaris rapi di sepanjang pantai. Di bagian barat dan timur Kusamba, tersebar atap-atap berdaun ilalang tempat pembuatan garam.

Berbeda dengan pantai lainnya, Kusamba memiliki garis pantai dengan pasir hitam. Di seberang pantai ini, wisatawan juga bisa melihat Pulau Nusa Penida. Oleh karena itu, tidak heran kalau daerah ini menyediakan jasa penyeberangan ke Pulau Nusa Penida.

Nah, sepanjang perjalanan akhir pekan di Kusamba, Anda akan disuguhkan beragam aktivitas para nelayan. Nelayan-nelayan di sini masih berburu ikan  dengan cara tradisional.

Setelah itu, pelancong akan diajak melihat aktivitas pengolahan garam tradisional Kusamba. Pelancong bisa melihat langsung atau ikut mengolah garam yang dilakukan oleh para petani garam di Kusamba.

Jejeran bangunan beratap daun ilalang menjadi pos pembuatan garam. Uniknya, petani garam di Kusamba masih menggunakan cara tradisional yang diajarkan oleh nenek moyang mereka. Keramahan nelayan dan petani garamnya, menjadi nilai lebih untuk Kusamba di mata traveler.

Kampung Islam Kusamba, Klungkung Bali

Satu lagi fakta yang patut Anda tahu tentang kampung ini yaitu seluruh penduduk di sini menganut agama Islam. Selain memiliki panorama lautnya yang indah, ternyata perkampungan di Bali bagian timur ini merupakan salah satu kampung Islam yang ada di Bali.

Untuk menuju perkampungan ini, pelancong bisa menggunakan kendaraan pribadi. Cukup membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dari Denpasar, Anda sudah bisa melihat keeksotisan kampung Islam penghasil garam ini.

sumber : detikTravel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s